Nilai Kelulusan UN 2011

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah. Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa. Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah. | kompas

http://samanui.wordpress.com/2010/12/18/un-smp-dan-sma-dilaksanakan-mei-2011/

Banyak siswa hari ini yang mencari bagaimana format nilai kelulusan yang diberlakukan pada tahun 2011 ini. Apakah mereka bisa melaluinya dengan mudah atau malah tambah sulit??

Ya, para siswa dan orangtua mulai cemas dengan format baru yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini kemendiknas dalam penentuan format nilai kelulusan terbaru. Kecemasan itu wajar muncul diwajah siswa dan orangtua, karena melihat hasil Ujian Nasional 2010 kemarin saja mereka sudah was-was. Para orangtua tidak ingin anaknya jatuh pada lubang yang sama dengan mereka yang ‘kecebur’ di Ujian Ulangan 2010 kemarin. Begitupun dengan para siswa, mereka terus bekerja (belajar-red) agar bisa melampaui batas minimal yang disyaratkan oleh pemerintah.

Pemerintah pun saat ini mencoba untuk mengakomodir berbagai pendapat yang ingin UN tidak menjadi satu-satunya alat ukur dalam kelulusan siswa. Oleh karena itu, dalam Permendiknas No.45 Tahun 2010 dijelaskan bahwa KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK (siswa-red) adalah :

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas : kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan jasmani, olahraga, dan kesehatan
  3. lulus US (Ujian Sekolah-red) untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. lulus UN (Ujian Nasional-red)

Untuk mengurangi kecemasan itu, kami coba uraikan format baru nilai kelulusan yang dikeluarkan kemendiknas di akhir tahun 2010 kemarin.

  1. NA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari nilai gabungan antara Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan Nilai UN, dengan pembobotan 40% (empat puluh persen) untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% (enam puluh persen) untuk Nilai UN.
  2. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).
  3. Nilai S/M diperoleh dari gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan semester 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 60% (enam puluh persen) untuk nilai US/M dan 40% (empat puluh persen) untuk nilai rata-rata rapor.
  4. Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan semester 5 untuk SMA/MA, SMALB dan SMK dengan pembobotan 60% (enam puluh persen) untuk nilai US/M dan 40% (empat puluh persen) untuk nilai rata-rata rapor.
  5. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

NA = 60% * (Nilai UN) + 40% * (Nilai S/M)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.384 pengikut lainnya.